YAPPI Perluas Fokus ke Sektor Pangan, Siap Gelar Indolivestock Services Award 2026
Transformasi besar dilakukan Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) pada 2026. Organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia ini resmi memperluas fokusnya, dari sektor peternakan menjadi sektor pangan secara menyeluruh.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan pangan nasional yang kian kompleks dan membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Ketua YAPPI, Desianto B. Utomo, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perubahan arah yang lebih strategis. “Dulu kami fokus pada peternakan, sekarang kami melihat bahwa isu pangan harus ditangani secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga distribusi dan akses masyarakat terhadap pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perluasan fokus ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi YAPPI dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan hanya di sektor peternakan, tetapi di seluruh rantai pangan,” katanya.
Sejak berdiri pada 2002, YAPPI telah aktif mendorong kolaborasi lintas sektor melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan penghargaan di bidang peternakan. Kini, dengan identitas baru, organisasi ini kembali mengambil peran strategis dengan menggagas ajang penghargaan yang lebih inklusif di sektor pangan.
Bersama PT Napindo Media Ashatama dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, YAPPI akan menyelenggarakan Indolivestock Services Award bertajuk “Food for Better Lives”.

Kegiatan ini akan digelar pada 16 Juni 2026 dalam rangkaian Indo Livestock Expo & Forum di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Jakarta. Acara tersebut diperkirakan dihadiri oleh peserta dari lebih dari 30 negara, sekaligus menjadi ajang pertemuan penting bagi para pemangku kepentingan di sektor pangan dan peternakan.
Permasalahan pangan dan gizi, termasuk stunting serta kerentanan pangan, hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan akses, keterjangkauan, dan kualitas pangan melalui program-program strategis.
Namun di sisi lain, peran aktif sektor swasta, lembaga non-pemerintah, komunitas, dan individu juga tidak kalah penting dalam menjawab persoalan tersebut.
Sekretaris YAPPI, Bambang Suharno, menilai bahwa banyak inisiatif sosial di bidang pangan yang telah berjalan, tetapi belum mendapatkan perhatian yang memadai.
“Kita melihat banyak program bantuan pangan, bazar murah, hingga pemberdayaan masyarakat yang sebenarnya sangat berdampak. Sayangnya, belum semuanya mendapat apresiasi yang layak,” ujarnya.
Menurutnya, penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak gerakan sosial di bidang pangan. “Kami ingin mendorong agar kegiatan-kegiatan baik ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga berkembang dan menginspirasi pihak lain,” tambahnya.
Sementara itu, Bendahara YAPPI, Setya Winarno, menjelaskan bahwa sebelumnya YAPPI lebih banyak memberikan penghargaan di sektor peternakan, khususnya unggas.
“Selama ini kami fokus pada penilaian di bidang peternakan, terutama unggas, mulai dari pengembangan SDM, inovasi produk, hingga teknologi. Sekarang cakupannya kami perluas agar lebih relevan dengan isu pangan secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan ini membuka peluang lebih luas bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi.
“Tidak hanya perusahaan, tetapi juga komunitas dan individu yang memiliki kepedulian terhadap pangan kini bisa ikut serta,” katanya.
Penghargaan Indolivestock Services Award 2026 akan diberikan kepada korporasi, lembaga atau organisasi non-pemerintah, serta individu yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap isu pangan masyarakat.
Peserta yang dapat mengikuti ajang ini berasal dari perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pangan, lembaga sosial dan komunitas yang bergerak di bidang pangan dan gizi, hingga tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 11 Mei 2026 dan dapat dilakukan melalui tautan berikut: https://bit.ly/Registration_Indolivestock_Award_2026. Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap mulai dari penjaringan kandidat, seleksi administrasi, verifikasi program, hingga penilaian oleh tim juri independen.
Desianto menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi nyata dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.
“Ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi tentang bagaimana kita membangun gerakan bersama. Kami ingin menciptakan kolaborasi yang lebih luas agar ketahanan pangan nasional bisa terwujud secara berkelanjutan dan inklusif,” tutupnya.



